Old school Easter eggs.

terlalu sering ketika ia mencintai Vini, tetapi ia tidak mengatakan itu kepadanya. Cinta menciptakan puisi dalam kalimat kehidupan, untuk menciptakan pikiran - pikiran masa lalu, menjadi nyanyian pujian agar bersenandung di siang hari dan bersuara di malam hari. Rangga adalah deru lautan, ia air mata langit, dan ia senyuman ladang. Ia juga adalah nafas cinta dari lautan perasaan, air mata dari langit cinta, dan senyuman dari ladang jiwa. Di kesendiriannya ada nyanyian - nyanyian yang tak ingin mengambil selubung kata - kata, nyanyian - nyanyian hidup seperti benih di dalam hatinya. Mereka tak akan mengalir dengan tinta diatas kertas, seperti kerudung yang tembus cahaya, mereka bersemayam dibalik perasaan yang tak pernah dapat meluncur dengan manis dari lidahnya. Rangga telah belajar menangis dan menatap dari musuhnya yang bernama "Masalah". Ia merasa menjadi seorang laki - laki yang tak bahagia karena menyayangi seorang gadis yang hilang sekalipun ia selalu mengagung - agungkan kesetiaan, ia menjadikannya teman hidup, mencurahkan manisnya dahi di kakinya dan darah hatinya, menempatkan di tangannya yang terbuka buah - buahan hasil kerja keras pekerjaannya. Ia berusaha memberikan hadiah - hadiah kebahagian dengan malam - malam yang tak pernah tidur, menyelimutinya dengan kehormatan dan kasih sayang, tapi ia tak mampu menyentuh hatinya, dan hanya dapat memabukan jiwanya dengan anggur cinta yang di tuangkan Tuhan dari mata hatinya, namun ia menemukan kegalauan di dalam bagian - bagian tersembunyi dan bergembira dalam rahasia - rahasia cintanya. Heningan waktu hanya untuk sekedar menerawang lintasan peristiwa, semenjak menapakan kaki di atas tempat tidur sampai sebelum kembali merebahkan diri. Kemudian hadirnya

<next>